Persahabatan Soekarno – Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Persahabatan Soekarno – Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

 

Persahabatan Soekarno - Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Persahabatan Soekarno – Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Persahabatan Soekarno – Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi. INDONESIA dan Thailand. Dua negara ini tidak hanya terikat sebagai sama-sama negara berkembang di Asia Tenggara dan destinasi wisatawan para ‘bule’, namun juga jalinan persahabatan sejak berdekade-dekade lalu.

Seputar Indo – Persahabatan yang terjalin karena hubungan dekat Presiden pertama RI Soekarno dengan (mendiang) Raja Bhumibol Adulyadej. Sang raja belum lama ini telah tiada “menyusul” Soekarno ke alam kekal dan hampir semua pemimpin di dunia ikut kehilangan.

Persahabatan Soekarno - Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Termasuk Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi). Pada Selasa 25 Oktober, Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Bangkok. Keduanya turut memberikan penghormatan terakhir bagi Raja Bhumibol yang wafat 13 Oktober lalu.

Presiden Jokowi juga menuliskan ekspresi kedukaannya dalam bahasa Inggris berisi tiga paragraf:

“On behalf of the people and the government of the Republic of Indonesia, it is with sadness that I convey our deepest condolences on the passing of His Majesti King Bhumibol Adulyadej, 13 October 2016.

King Bhumibol’s contributions to unity and the advancement of peace and prosperity of the people of Thailand is exemplary. Indeed, his wisdom and leadership will always be remembered.

My Thought and prayers are with the people of Thailand in this sad moments of loss. May his soul rest in peace. Bangkok, 25 October 2016,”.

Persahabatan Soekarno - Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Berita Lapak – Mengenang Raja Bhumibol dan Indonesia, penulis turut terkenang bagaimana pada setengah abad lalu sang mendiang raja yang dijuluki Rama IX itu, datang berkunjung ke Indonesia. Pada 1957 dan 1960, Raja Bhumibol tercatat pernah menginjakkan kaki di Bali dan Magelang.

Bahkan kala itu, Raja Bhumibol jadi tamu negara pertama yang menginap di Istana Negara Tampaksiring, pascaistana itu dibangun pada 1957. Kemudian pada 1960 dalam kunjungannya, Raja Bhumibol turut melayangkan beberapa patah kata pidato setelah disambut Presiden Soekarno.

“Saya percaya bahwa hubungan yang membahagiakan antara kedua negara (Thailand-Indonesia) akan terus berkembang dan harus menghasilkan kesatuan yang utuh dalam hal tujuan dan pemahaman yang sempurna,” begitu pidato sang raja dalam catatannya di situs The Royal Imprint on International Relations (thailand.prd.go.th).

Persahabatan Soekarno - Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Dalam kesempatan berbeda, Raja Bhumibol yang berbusana militer dengan ditemani Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono IX, turut datang mengunjungi Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang.

Hal menarik dalam hubungannya sang mendiang dengan Indonesia, ternyata jika ingin mengorek sejarah, tidak hanya soal politik, lho. Melainkan juga dalam hal sepakbola.

Persahabatan Soekarno - Raja Bhumibol & Penghormatan Terakhir Jokowi

Cerita Dunia – Pada gelaran Piala Asia U-19 tahun 1961, tercatat goresan sejarah adanya juara bersama antara Indonesia dengan Burma (kini Myanmar). Kejadian unik ini juga bisa terjadi atas campur tangan Raja Bhumibol.

Saat partai final yang mempertemukan Indonesia vs Burma, skor kacamata alias 0-0 masih bertahan setelah pertandingan bergulir dua babak. Tapi seolah merasa kasihan melihat para pemain harus tampil lagi di perpanjangan waktu, Raja Bhumibol malah memutuskan kedua tim jadi juara bersama.

Jadi di laga final itu tak jadi digulirkan babak tambahan atau adu penalti. Kedua tim pun harus berbagi medali. Sampai-sampai para pemain cadangan terpaksa tak kebagian medali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *